Kamis, 07 Desember 2017

Bentuk pola candlestick Lengkap

TENTANG CANDLESTICK


Para trader dan investor yang sudah sukses dalam berkarir, sebagian besar akan mendedikasikan sebagian besar pengetahuan dan waktunya untuk mengembangkan dunia trading dan investasi. Umumnya, mereka akan mendirikan perusahaan investasi, menjadi seorang konsultan, ataupun komentator di berbagai media investasi dan juga bisnis. Selain itu, tak sedikit juga yang mulai merintis dan mengembangkan software trading, menulis buku panduan, dan lain hal sebagainya. Kita dapat mengambil manfaat positif dari berbagai kisah perjalanan karir dan pandangan mereka tentang dunia trading dan dunia investasi.

Munehisa Homma
Munehisa Homma

Kisah Munehisa Homma – Si trader abad 18, Sang penemu chart candlestick
Munehisa Homma (1724-1803) merupakan trader Jepang yang cukup terkenal pada jamannya. Dirinya adalah seseorang yang menciptakan suatu chart candlestick yang saat ini dipakai di seluruh dunia. Mungkin saja, ia adalah seorang pelopor dalam analisa teknikal jauh sebelum era trader benua Eropa dan Amerika bertrading dengan mempertimbangkanya.
Menurut rumor yang beredar, hasil profit dari trading yang telah berhasil dibukukan oleh Homma setara dengan US$ 10 milyard bila dikonversikan dengan nilai mata uang yang sekarang. Munehisa Homma sendiri saaat itu gemar bertrading pada komoditi beras, yang merupakan salah satu komoditi utama yang ada di Jepang pada saat itu. Karena kemampuan analisa dan prediksinya memang amat mumpuni, Homma diangkat menjadi salah seorang penasehat keuangan pemerintah Jepang dan mendapatkan gelar kehormatan samurai.
Selain itu, menurut rumor dikalangan para investor, Homma pernah membukukan profit dalam 100 kali trade yang dilakukanya secara berturut-turut. Mungkin, menganalisa pergerakan harga pada waktu itu tidak serumit saat ini dan perilaku para pelaku pasar juga amat berbeda. Namun, bagaimanapun juga, Homma adalah satu diantara trader jawara pada saat itu yang telah berhasil mensiasati pasar dengan skill analisanya yang tajam. Ide untuk menciptakan indikator yang dapat digunakan guna memprediksi arah trend adalah gagasan memang sebuah ide yang cukup cemerlang.
Dalam bukunya yang pernah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa ‘The Fountain of Gold – The Three Monkey Record of Money’ (yang ditulis pada tahun 1755) tertulis bahwa aspek psikologi memang berperan penting dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam trading. Selain itu, emosi dari para pelaku pasar amat menentukan level fluktuasi harga dari komoditi beras. Ia juga memberikan catatan bahwa saat pergerakan harga sedang bearish, merupakan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar. Hal ini dikarenakan sesudahnya pasti akan naik dengan tajam, dan begitu pula sebaliknya.

Pada mulanya, Homma membuat semacam catatan harga akhir penjualan beras setiap hari pada kertas kulit dengan tujuan untuk menentukan trend arah pasar yang sedang berlangsung. Dalam perkembangan berikutnya, ia juga turut mencatatkan harga pembukaan, harga tertinggi dan terendah setiap hari lalu menggambarkannya seperti pola candlestick yang ada di jaman sekarang. Setelah ia tahu bahwa candlestick yang ia rancang banyak dipakai oleh sesama trader, ia memberikan beberapa nama pada pola-pola tertentu seperti yang kita kenal. Sebut saja doji, marubozu, harami  dan lain sebagainya.
Homma pernah menulis beberapa judul buku, dan khusus untuk candlestick yang ia jelaskan dalam bukunya dengan sebutan ‘Sakata Rules’. ‘Sakata Rules’ ini menjelaskan tentang pola-pola candlestick dan cara untuk memakainya adalah dasar analisa charting candlestick yang ada pada saat ini. Karena pada saat itu, masih belum ditemukan indikator teknikal semacam RSI, stochastic dan lain sebagainya, maka dapat dikatakan Homma trading dengan price action murni, yang masih saja relevan hingga kini.
Bagi seorang Munehisa Homma, pola candlestick amat bermanfaat untuk menentukan arah pergerakan harga beras, dan bagi trader jaman ini, gagasan Homma yang telah berusia 250 tahun ini bisa dimanfaatkan untuk menganalisa arah pergerakan harga pasar. Tidak hanya pasar komoditi, melainkan juga pasar saham, futures dan juga Binaryoption/forex

Walaupun gagasan ini cukup terkenal, kadang kala pelaku pasar yang masih awam tidak mengetahui tentang apa itu Candle Stick yang dirancang oleh Munehisa Homma. Namun untuk trader yang sudah banyak membaca buku panduan trading, pasti sedikit banyak sudah mengetahui tentang hal ini dan bahkan sering memanfaatkanya dalam banyak sesi perdagangan.
Menjadi seorang trader yang sukses memang tidak mudah. Banyak hal yang mesti dilalui. Butuh waktu, proses penempaan, dan membuka wawasan selebar mungkin untuk mempermudah kita dalam melakukan analisa. Bila analisa kita sudah cukup tajam, memperoleh profit yang besar bukanlah hal yang sulit untuk diraih.
Bilamana anda ingin mengikuti jejak Munehisa Homma (menjadi trader legendaris), anda seharusnya tetap memantaskan diri. Terus kembangkan metode trading anda, dan temukan cara yang paling ampuh untuk meraup keuntungan di pasar Binaryoption /forex. Dengan begitu, seiring dengan berjalanya waktu, mungkin anda akan layak memperoleh gelar tersebut.

Berikut contoh bentuk candlestick :

 

Reaksi:

2 komentar:

  1. Selamat siang admin
    Saya Okta dari broker ForexMart.
    Kami tertarik untuk menawarkan kerjasama afiliasi kepada anda. Bolehkah saya meminta nomor kontak untuk membicarakan ini lebih lanjut? Atau anda juga bisa menghubungi saya melalui 08111622285 / okta@forexmart.com
    Terima kasih
    Okta
    Business Development

    BalasHapus
    Balasan
    1. manna ada, jual itik lagi sedap ooooo

      Hapus